Home > Uncategorized > Lho, Kok Bawa Kondom ke Sekolah?

Lho, Kok Bawa Kondom ke Sekolah?


Berbagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan pelajar terus dilakukan Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Timur. Salah satunya dengan menggelar Operasi Wijaya Kusuma di sekolah-sekolah. Hasilnya cukup mengejutkan, sebanyak 35 siswa dari 120 SMA dan SMK yang dirazia kedapatan membawa sejumlah barang, yang semestinya tidak diperbolehkan masuk ke dalam lingkungan sekolah.

Bahkan ada siswa yang kedapatan membawa kondom serta menyimpan video porno di telepon genggam miliknya. Selain itu, ditemukan juga puluhan ikat pinggang berkepala besi yang diduga akan digunakan untuk tawuran oleh para pelajar. Banyak juga siswa yang tertangkap basah menyimpan rokok di dalam tas.

Rinciannya, satu siswa kedapatan membawa kondom, 21 siswa membawa gesper berkepala besi, 11 siswa membawa rokok, dan 2 siswa menyimpan video porno dalam telepon genggam.

 

Pelajar-pelajar tersebut langsung diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing untuk diberikan pembinaan serta sanksi atas pelanggaran yang dilakukan.

"Sekolah yang dirazia berjumlah 120. Kasi Pendidikan Menengah dari masing-masing kecamatan yang merekomendasikan sekolah-sekolah yang dijadikan sasaran operasi. Bagi pelajar yang terjaring operasi diserahkan kembali kepada pihak sekolah untuk diberi sanksi dan pembinaan lebih lanjut," kata Suharyanto, Kasudin Pendidikan Menengah Jakarta Timur, Jumat (1/10/2010).

Operasi tersebut melibatkan sejumlah unit terkait seperti aparat kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta seluruh pihak sekolah yang bersangkutan. Tujuannya mencegah adanya tawuran pelajar serta perilaku negatif di kalangan pelajar.

"Tapi selama pemeriksaan berlangsung, tidak ditemukan adanya pelajar yang membawa senjata tajam dan narkoba. Sehingga sampai hari ini kewenangan terhadap pelajar yang terjaring, kami serahkan ke pihak sekolah. Namun kami tetap mengantisipasi hal itu dengan melakukan operasi lebih lanjut," ujar Suharyanto.

Kasi Pendidikan SMA Sudin Dikmen Jakarta Timur, Budianto, menambahkan Operasi Wijaya Kusuma dilakukan dalam rangka memberikan edukasi serta adanya keseriusan pihak sekolah terhadap siswanya. Sehingga operasi tersebut menjadi sebuah cara untuk memberikan efek jera terhadap perilaku siswa yang menyimpang.

"Operasi ini bukanlah hal yang menakutkan, karena kami hanya ingin menciptakan kedisplinan para siswa di dalam lingkungan sekolah. Kami harapkan kepada masing-masing sekolah untuk menciptakan suasana kondusif untuk memberikan pembinaan terhadap siswanya menjadi yang terbaik," tandasnya.

Categories: Uncategorized Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: